EVALUASI KINERJA SDM

YUDIAWAN DWI P 20120520187
EKI PRANDIKA S 20120520168
NELSON YUDHA H 20120520244
SYAFRISAL H 20120520181
NOVRIADI 20120520
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN POLITIK
JURUSAN
ILMU PEMERINTAHAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
LATAR BELAKANG
Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah
ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan
bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun
sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi
pada masyarakat dan kekuatan sosial didalam masyarakat yang umumnya berbentuk
pemerintahan.
Fungsi pelayanan merupakan salah satu
fungsi penting pemerintah sebagai pelaksana pemerintahan di suatu Negara.
Konsep pelayanan yang baik akan membawa Negara itu kedalam kesejahteraan
sosial dan keadilan dalam bermasyarakat. Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa
pelayanan terbagi atas 2 yaitu pelayanan public dan pelayanan swasta.
Untuk mengetahui perbedaan diantara
keduanya, serta kesamaan kesamaan yang ada, maka kita berharap nantinya dapat
menjadi landasan dalam memberikan solusi tentang pelayanan yang semestinya.
Disamping itu, makalah ini disusun juga untuk memenuhi kewajiban tugas Mata
Kuliah “Evaluasi Kinerja SDM”.
Di Indonesia ini banyak perusahaan yang
bergerak pada sektor publik maupun swasta. Kelompok kami disini akan membahas
perbedaan perusahaan yang bergerak di sektor pubik dan perusahaan yang bergerak
di sektor swasta dan sebagai acuannya kami membandingkan PT KAI dengan PT
Indofood.
TUJUAN
Perusahaan Publik (PT KAI)
Tujuan dari
PT. KAI yaitu menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada
pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders. menyelenggarakan
bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan
model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders
dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : Keselamatan, Ketepatan
waktu, Pelayanan dan Kenyamanan. Dan selain tujuan itu ada tujuan yang ingin di
capai dengan menetapkan standar penilaian kinerja yang tinggi yaitu untuk
mencapai atau menarik pelanggan agar tidak pindah menggunakan alat transportasi
yang lain.
Perusahaan Swasta (PT Indofood)
Tujuan dari
PT Indofood yaitu menjadi perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
dengan produk bermutu, berkualitas, aman untuk dikonsumsi dan menjadi pemimpin
di industri makanan. Menjadi perusahaan transnasional yang dapat membawa nama
indonesia di bidang industri makanan. Dan perusahaan Indofood tersebut
menetapkan standar penilaian yang tinggi untuk dapat bersaing dengan perusahaan
industri makanan yang lain.
STANDAR KINERJA
Perusahaan Publik (PT KAI)
INTEGRITAS
PT. KERETA
API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang integritas maksud disini
yaitu pegawai harus bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan
organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk
menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut dan bertindak secara
konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.
PROFESIONAL
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
memiliki standar kinerja yang profesional maksud disini yaitu pegawai dituntut
bekerja profesional, kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang
terkait dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan, mengembangkan,
membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain.
KESELAMATAN
KERETA API INDONESIA (PERSERO)
memiliki standar kinerja yang mementingkan keselamatan, sifat tanpa kompromi
dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses kerja yang
mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga
aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian.
INOVASI
PT. KERETA
API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang berInovasi maksud dari
poin ini yaitu pegawai dapat selalu menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan
tindakan perbaikan yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kondusif untuk
berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
PELAYANAN PRIMA
PT. KERETA
API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang mementingkan pelayanan prima,
pegawai harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik yang sesuai dengan standar
mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan pelanggan dengan
memenuhi 6 A unsur pokok: Ability (Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance
(Penampilan), Attention (Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability
(Tanggung jawab).
Perusahaan Swasta (PT Indofood)
PT Indofood memliki standar kinerja yang berbeda-beda di
setiap bagian, standar kinerja pada masing-masing bagian dalam struktur
organisasi sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai berikut:
Manajer Umum (General Manager)
Manejer
utama mempunyai wewenang tertinggi perusahaan, standar kinerja pada baian
manager yaitu harus mampu bertanggung jawab atas berlangsungnya segala kegiatan
perusahaan meliputi memimpin mengatur, membimbing dan mengarahkan organisasi
perusahaan, dimana kegiatan tersebut untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam
menghasilkan produk-produk berkualitas dengan jaminan sistem mutu yang selalu
terjaga dan dilaksanakan secara konsisten.
Manajer Pabrik (Factory
Manager)
Manajer
pabrik mempunyai standar kinerja bertugas dan bertanggung jawab dalam mengatur
dan mengawasi kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan mengambil tindakan
untuk kelancaran jalannya proses produksi. Selain itu manajer pabrik memiliki
tugas dan tanggung jawab:
·
Merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan dan
mengendalikan kegiatan manufacturing yang meliputi PPIC, produksi,
teknik purchasing dan gudang untuk memperlancar proses pencapaian sasaran
perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
·
meningkatkan usaha dalam bidang peningkatan mutu
produk, produktifitas kerja dan pengendalian biaya operasional secara kontinu.
·
Mengatur dan mengendalikan proses manufacturing sesuai
dengan standar yang ditentukan.
Supervisor Produksi (Production
Supervisor)
Supervisor
produksi mempunyai standar kinerja menyempurnakan organisasi, prosedur dan
sistem kerja guna pencapaian dalam semua aspek. Menyediakan kebutuhan sarana
dan fasilitas kerja sesuai dengan persyaratan.
Manajer Teknik (Manager
Technical)
Manajer
Teknik memilik standar kinerja yaitu merencanakan, mengkoordinasi dan
mengendalikan kegiatan teknik sehingga dapat menjamin kelancaran operasional
mesin produksi dan sarana penunjang. Membuat perencanaan kerja yang
diselaraskan dengan tujuan manajemen khususnya dalam kegiatan yang menyangkut
teknik. Menjaga pelaksanaan perawatan dan perbaikan mesin.
Manajer
Gudang (Warehouse Manager)
Manajer
gudang mempunyai standar kinerja yang harus terpenuhi yaitu merencanakan dan
mengendalikan kegiatan pergudangan, sehingga tercapai tujuan utamanya,
diantaranya keamanan, keakurasian jumlah dan kebutuhan barang yang dikelola,
dengan melaksanakan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan manajemen.
Menerapkan prosedur kerja, termasuk syarat-syarat, keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) untuk menjaga dan memelihara semua aset perusahaan berupa aset tetap
atau aset tidak tetap. Menjaga kelancaran dan pelaksanaan semua kegiatan arus
transaksi barang melalui penentuan tata letak gudang serta penunjang tenaga
pelaksana, agar tercapai pemanfaatan fasilitas dan optimalisasi tenaga kerja.
Supervisor
PPIC
Supervisor
ini memiliki standar kinerja yaitu merencanakan jadwal produksi dan
mengendalikan pengadaan bahan baku (Raw Material)/RM dan barang jadi (Finish
Good)/FG. Merencanakan kedatangan RM untuk menunjang kelancaran proses
produksi sesuai jadwal yang telah dibuat. Membuat jadwal produksi berdasarkan Confirmed
Weekly Order (CWO) yang diterima. Memantau tingkat persediaan dari gudang
RM maupun FG sehingga standard dan persediaan penyangga tetap terjaga.
Manajer Pengembangan dan
Pengawasan Mutu Produk (Branch Process Development and Quality Manager)
Manajer
PDQC memiliki standar kinerja yaitu bertugas dan bertanggung jawab dalam
memeriksa bahan baku, bahan tambahan, produk jadi, dan bahan pengemas.
Mengawasi analisa kualitas produksi, bertanggung jawab atas kelengkapan
laboratorium untuk analisa dan pengembangan produk. Selain itu BPDQC bertugas
dan bertanggung jawab:
·
Mengendalikan semua kegiatan departemen PDQC dalam
aspek proses pengendalian mutu untuk menjamin kelangsungan aktifitas
perusahaan.
·
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan GLP dan
Kalibrasi di laboratorium serta GNP dan HACCP diproses produksi.
·
Mengendalikan semua kegiatan pengendalian mutu pada
proses awal pengawasan mutu dan hasil pengawasan serta pengembangan produk.
·
Mengatur dan merencanakan kerja, kebutuhan kerja tenaga
kerja, alat bantu dan fasilitas kerja selama masih dalam batas-batas standar
baku yang diselaraskan dengan rencana manajemen. (5) Menilai/mengevaluasi kerja
staff departemen PDQC.
Supervisor Pengawasan Mutu
Proses (Quality Control Process Spv)
Supervisor
pengawasan mutu proses memiliki standar kinerja yaitu membantu BPDQC dalam hal
sistem pengendalian mutu proses produksi. Memantau & mengendalikan kualitas
proses produksi dan produk jadi, sesuai standar mutu yang ditetapkan. Memantau
pekerjaan QC Process Spv & bagian administrasi. Melakuaka perbaikan
mutu dan cost peralatan untuk kebutuhan analisis.
Supervisor Pengawasan Mutu Bahan
Baku/Produk Jadi (Quality control Raw Material / Finished Good Spv)
Supervisor
pengawasan mutu bahan baku / produk jadi memiliki standar kinerja yaitu
membantu BPDQC dalam hal pengendalian mutu RM & FG serta pengembangan
proses produksi. Melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses Incoming
Quality Control (IQC), Outgoing Quality Control (OQC) yang meliputi
koordinasi QC Field RM & FG serta pelaksanaan penerbitan hasil
analisa IQC dan OQC sehingga aktivitas kerja bisa berjalan lancar. Melakukan
koordinasi tugas IQ RM & FG, OQC RM & FG serta mengembangkan proses.
Menjaga kelancaran tugas penerimaan RM/FG dan OQC RM/FG. Mengawasi pelaksaan
GMP HACCP dan SOP pada pergudangan. Mewakili BPDQC jika tidak ada. Memantau,
mengevaluasi standar mutu yang telah ditetapkan.
Manajer Keuangan (Finance and
Accounting Manager)
Manajer
keuangan memiliki standar kinerja yaitu bertugas dan bertanggung jawab
merencanakan, menyiapkan budget dan planning (AOP) untuk
menentukan tujuan yang harus dicapai. Memonitor kegiatan operasional dalam hal
aspek financial supaya sejalan dengan AOP. Menandatangani bank
instrument (Cek, transfer bank) sesuai dengan batasan yang ditetapkan
perusahaan. Verifikasi setiaap pengeluaran biaya ataupun pembelian aset dan
penggunaan dana lainnya sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan.
Menetapkan pelasanaan sistem dan prosedur yang berkaitan dengan keuangan.
Manajer Personalia (Branch
Personnerl Manager)
Manajer
personalia memiliki standar kinerja merencanakan, mengkordinir, mengarahkan dan
mengendalikan kegiatan kepersonaliaan yang meliputi hubungan industrial, administrasi
kepegawaian, keamanan, kehumasan, dan pelayanan umum untuk mendukung proses
pencapain tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain
itu manajer personalia memiliki tugas dan tanggung jawab menciptakan hubungan
industrial yang harmonis untuk mencapai ketenangan industrial (ketenangan kerja
dan ketenangan usaha) dilingkungan perusahaan. Menyelenggarakan syarat-syarat
dan kondisi kerja dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban karyawan dan
administrasi kepegawaian secara tepat sebagai syarat untuk meningktkan
produktifitas kerja yang optimal. Memberikan dukungan dan pelayanan kepada
seluruh pihak agar dapat mencapai standar kerja secara optimal. Membuat analisa
pengembangan organisasi secara berkala dan secara aktif ikut mendukung
kegiatan-kegiatan pengembangan mutu/Total Quality Management (TQM).
Turut serta melaksanakan program HACCP (Hazard Analysis Critical Control
Point).
Manajer Pemasaran (Areaa
Sales and Promotion Manager)
Manajer
pemasaran memiliki standar kinerja yang harus dicapai yaitu menjalankan tugas
dan tanggung jawab dalam mengkoordinir distribusi produk ke daerah pemasaran,
melakukan tugas penjualan dan permintaan produk, menyiapkan rencana penjualan
dan permintaan produk, merencanakan dan membuat rancangan promosi, serta
membuat rencana penjualan dan permintaan produk.
Purcashing Office
Purchasing
memiliki standar kinerja yang harus dicapai yaitu menjalankan tugas dan
wewenang dalam menetapkan dan memelihara prosedur pembelian untuk mengendalikan
aktifitas pembelian, mengesahkan dokumen pembelian sebelum dokumen dikirim ke
pemasok dan memilih serta mengevaluasi pemasok yang telah ditetapkan.
UKURAN KINERJA
Perusahaan Publik (PT KAI)
Pada
penilaian ukuran kinerja PT KAI sudah memenuhi standar, disini tolak ukur yang
diambil pada PT KAI yaitu Integritas, Profesional, Keselamatan, Inovsi,
Pelayanan Prima. Pada PT KAI ini dikatakan sudah memenuhi standar telah
dikatakan oleh Ignasius
Jonan menjadi sosok yang fenomenal. Berbagai gebrakan dilakukan pria kelahiran
1963 silam ini di tubuh PT Kareta Api Indonesia (Persero) bahwa PT Kereta Api
yang selama ini dikenal memiliki layanan buruk dan tingkat disiplin karyawan
yang rendah, dia sulap menjadi perusahaan yang memiliki pelayanan terbaik dan
karyawan dengan integritas tinggi.
Contoh nyata bahwa karyawan PT KAI sudah memenuhi standar profesional
bisa dilihat dari tidak adanya calo yang menjual tiket kereta api, jam kerja
yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan PT KAI.
Untuk mengubah citra perusahaan, reward dan punishment diterapkan.
Gaji karyawan disesuaikan berdasarkan kontribusi dan kedudukannya di
perusahaan. Bahkan, untuk gaji karyawan level kepala daerah operasi dia naikkan
dari sekitar Rp5 juta menjadi sembilan kali lipat. PT KAI memberikan gaji yang
masuk akal, sesuai dengan kontribusi dan tanggung jawabnya. Ini untuk
menghindari pungutan-pungutan yang seharusnya tidak terjadi. Untuk penjaga
pintu kereta api saja penghasilannya bisa di angka Rp 4 juta.
Namun, PT KAI juga tidak segan memberikan punishment bagi
karyawan yang melakukan pelanggaran. Pilihannya dilempar atau pidana,
tergantung dari tingkat kesalahan yang mereka lakukan. Sebaliknya, bagi yang
berprestasi diberikan bonus.
Selain itu bukti bahwa PT KAI telah memenuhi standar yaitu dibuktikan
dengan sederet penghargaan diraih PT KAI. Untuk prestasi pada produk manajeman
dan jasa, antara lain juara 1 Inovasi Pelayanan Publik BUMN Terbaik, BUMN Inovasi
Terbaik (Best of the Best), juara 1 Inovasi Manajeman BUMN Terbaik.
Perusahaan Swasta (PT Indofood)
Pada perusahaan ini ukuran kinerja yang diberikan pada karyawan seperti
pemberian rapor pada setiap akhir bulan yang berisi indikator-indikator.
Indikator yang dimaksud ini yaitu target keuangan yang harus di penuhi setiap
bulannya, absensi karyawan pada saat bekerja. Apabila target keuangan dan
absensi itu terpenuhi maka pegawai dapat terus bekerja sampai kontraknya
berakhir dan apabila target itu tidak terpenuhi atau absensi tidak sesuai
ukuran yang telah ditetapak oleh PT Indofood maka karyawan tersebut dapat
dikenakan punishment.
Untuk menunjang atau memotifasi kerja karyawan kepala PT Indofood
memberikan reward kepada karyawan yang bekerja melebihi ukuran standar yang
telah ditetapkan, sebaliknya apabila karyawan tersebut tidak memenuhi standar
ukuran yang telah ditetapkan maka karyawan tersebut akan mendapatkan punishment
seperti dikeluarkan dari perusahaan.
METODE PENILAIAN KINERJA
Perusahaan Publik (PT KAI)
Pada PT KAI disini
dalam menganalisis kinerja karyawan menggunakan metode METODE STANDAR KERJA (WORK STANDARDS METHOD). Bahwa PT KAI dalam
menilai kinerja karyawan berpacu pada standar kinerja yang sudah ditetapkan
oleh Perusahaan tersebut. Apabila karyawan sudah memenuhi standar ukuran yang
telah ditetapkan (Profesional, Integritas, Keamanan, Inovasi, Pelayanan Prima)
maka karyawan tersebut tetap dapat bekerja di perusahan tersebut.
Perusahaan swasta (PT Indofood)
Pada PT Indofood disini
dalam menganalisis kinerja karyawan menggunakan metode METODE
INSIDEN KRITIS (CRITICAL INCIDENT METHOD). Bahwa PT Indofood dalam
meniai kinerja karyawan dengan menggunakan rapor pada akhir bulan. Rapor disini
berisi tentang analisis kinerja karyawan atau pencapaian karyawan pada setiap
bulannya. Rapor disini juga berisi target pencapaian bulanan dan absensi
karyawan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian diatas, maka kelompok kami menyimpulkan beberapa hal yaitu :
·
PERUSAHAAN PUBLIK
1. Pelayanan
public adalah pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah yang berorientasi
pada masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan social dan nantinya
dipertanggung jawabkan secara transparan kepada masyarakat/public.
2. Pada
perusahaan publik khususnya pada bidang PT KAI menggunakan METODE STANDAR KERJA (WORK STANDARDS METHOD).
·
PERUSAHAAN SWASTA
1. Pelayanan
swasta merupakan pelayanan yang berorientasi profit dan hanya tertuju
pada stakeholder tertentu, dan bersifat tidak terlalu transparan karena
mereka tidak bertanggung jawab kepada masyarakat, melainkan hanya pada
pelanggan pelanggan saja.
2. Pada
perusahaan swasta khususnya pada PT Indofood
menggunakan METODE INSIDEN KRITIS (CRITICAL
INCIDENT METHOD).
DAFTAR PUSTAKA
·
MATERI KULIAH 2 - PENILAIAN KINERJA (Materi Kuliah
dari Ibu Lolita)