Selasa, 24 Maret 2015

perbandingan publik dan swasta



EVALUASI KINERJA SDM

Logo UMY.PNG

YUDIAWAN DWI P              20120520187
EKI PRANDIKA S                20120520168
NELSON YUDHA H 20120520244
SYAFRISAL H                      20120520181
NOVRIADI                            20120520

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
            LATAR BELAKANG
     Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial didalam masyarakat yang umumnya berbentuk pemerintahan.
     Fungsi pelayanan merupakan salah satu fungsi penting pemerintah sebagai  pelaksana pemerintahan di suatu Negara. Konsep pelayanan yang baik akan membawa  Negara itu kedalam kesejahteraan sosial dan keadilan dalam bermasyarakat. Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa pelayanan terbagi atas 2 yaitu pelayanan  public dan pelayanan swasta.
     Untuk mengetahui perbedaan diantara keduanya, serta kesamaan kesamaan yang ada, maka kita berharap nantinya dapat menjadi landasan dalam memberikan solusi tentang pelayanan yang semestinya. Disamping itu, makalah ini disusun juga untuk memenuhi kewajiban tugas Mata Kuliah “Evaluasi Kinerja SDM”.
     Di Indonesia ini banyak perusahaan yang bergerak pada sektor publik maupun swasta. Kelompok kami disini akan membahas perbedaan perusahaan yang bergerak di sektor pubik dan perusahaan yang bergerak di sektor swasta dan sebagai acuannya kami membandingkan PT KAI dengan PT Indofood.
TUJUAN
     Perusahaan Publik (PT KAI)
     Tujuan dari PT. KAI yaitu menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders. menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : Keselamatan, Ketepatan waktu, Pelayanan dan Kenyamanan. Dan selain tujuan itu ada tujuan yang ingin di capai dengan menetapkan standar penilaian kinerja yang tinggi yaitu untuk mencapai atau menarik pelanggan agar tidak pindah menggunakan alat transportasi yang lain.
     Perusahaan Swasta (PT Indofood)
     Tujuan dari PT Indofood yaitu menjadi perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan produk bermutu, berkualitas, aman untuk dikonsumsi dan menjadi pemimpin di industri makanan. Menjadi perusahaan transnasional yang dapat membawa nama indonesia di bidang industri makanan. Dan perusahaan Indofood tersebut menetapkan standar penilaian yang tinggi untuk dapat bersaing dengan perusahaan industri makanan yang lain.
            STANDAR KINERJA
     Perusahaan Publik (PT KAI)
     INTEGRITAS
     PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang integritas maksud disini yaitu pegawai harus bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.
     PROFESIONAL
     PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang profesional maksud disini yaitu pegawai dituntut bekerja profesional, kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan, mengembangkan, membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain.
     KESELAMATAN
     KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang mementingkan keselamatan, sifat tanpa kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses kerja yang mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian.
    

     INOVASI
     PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang berInovasi maksud dari poin ini yaitu pegawai dapat selalu menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kondusif untuk berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
     PELAYANAN PRIMA
     PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki standar kinerja yang mementingkan pelayanan prima, pegawai harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik yang sesuai dengan standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan pelanggan dengan memenuhi 6 A unsur pokok: Ability (Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab).
    Perusahaan Swasta (PT Indofood)
   PT Indofood  memliki standar kinerja yang berbeda-beda di setiap bagian, standar kinerja  pada masing-masing bagian dalam struktur organisasi sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai berikut:
     Manajer Umum (General Manager)
     Manejer utama mempunyai wewenang tertinggi perusahaan, standar kinerja pada baian manager yaitu harus mampu bertanggung jawab atas berlangsungnya segala kegiatan perusahaan meliputi memimpin mengatur, membimbing dan mengarahkan organisasi perusahaan, dimana kegiatan tersebut untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam menghasilkan produk-produk berkualitas dengan jaminan sistem mutu yang selalu terjaga dan dilaksanakan secara konsisten.
     Manajer Pabrik (Factory Manager)
     Manajer pabrik mempunyai standar kinerja bertugas dan bertanggung jawab dalam mengatur dan mengawasi kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan mengambil tindakan untuk kelancaran jalannya proses produksi. Selain itu manajer pabrik memiliki tugas dan tanggung jawab:
·        Merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan manufacturing yang meliputi PPIC, produksi, teknik purchasing dan gudang untuk memperlancar proses pencapaian sasaran perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
·        meningkatkan usaha dalam bidang peningkatan mutu produk, produktifitas kerja dan pengendalian biaya operasional secara kontinu.
·        Mengatur dan mengendalikan proses manufacturing sesuai dengan standar yang ditentukan.
     Supervisor Produksi (Production Supervisor)
     Supervisor produksi mempunyai standar kinerja menyempurnakan organisasi, prosedur dan sistem kerja guna pencapaian dalam semua aspek. Menyediakan kebutuhan sarana dan fasilitas kerja sesuai dengan persyaratan.
     Manajer Teknik (Manager Technical)
     Manajer Teknik memilik standar kinerja yaitu merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan teknik sehingga dapat menjamin kelancaran operasional mesin produksi dan sarana penunjang. Membuat perencanaan kerja yang diselaraskan dengan tujuan manajemen khususnya dalam kegiatan yang menyangkut teknik. Menjaga pelaksanaan perawatan dan perbaikan mesin.
     Manajer Gudang (Warehouse Manager)
     Manajer gudang mempunyai standar kinerja yang harus terpenuhi yaitu merencanakan dan mengendalikan kegiatan pergudangan, sehingga tercapai tujuan utamanya, diantaranya keamanan, keakurasian jumlah dan kebutuhan barang yang dikelola, dengan melaksanakan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan manajemen. Menerapkan prosedur kerja, termasuk syarat-syarat, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk menjaga dan memelihara semua aset perusahaan berupa aset tetap atau aset tidak tetap. Menjaga kelancaran dan pelaksanaan semua kegiatan arus transaksi barang melalui penentuan tata letak gudang serta penunjang tenaga pelaksana, agar tercapai pemanfaatan fasilitas dan optimalisasi tenaga kerja.
    Supervisor PPIC
     Supervisor ini memiliki standar kinerja yaitu merencanakan jadwal produksi dan mengendalikan pengadaan bahan baku (Raw Material)/RM dan barang jadi (Finish Good)/FG. Merencanakan kedatangan RM untuk menunjang kelancaran proses produksi sesuai jadwal yang telah dibuat. Membuat jadwal produksi berdasarkan Confirmed Weekly Order (CWO) yang diterima. Memantau tingkat persediaan dari gudang RM maupun FG sehingga standard dan persediaan penyangga tetap terjaga.
     Manajer Pengembangan dan Pengawasan Mutu Produk (Branch Process Development and Quality Manager)
     Manajer PDQC memiliki standar kinerja yaitu bertugas dan bertanggung jawab dalam memeriksa bahan baku, bahan tambahan, produk jadi, dan bahan pengemas. Mengawasi analisa kualitas produksi, bertanggung jawab atas kelengkapan laboratorium untuk analisa dan pengembangan produk. Selain itu BPDQC bertugas dan bertanggung jawab:
·        Mengendalikan semua kegiatan departemen PDQC dalam aspek proses pengendalian mutu untuk menjamin kelangsungan aktifitas perusahaan.
·        Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan GLP dan Kalibrasi di laboratorium serta GNP dan HACCP diproses produksi.
·        Mengendalikan semua kegiatan pengendalian mutu pada proses awal pengawasan mutu dan hasil pengawasan serta pengembangan produk.
·        Mengatur dan merencanakan kerja, kebutuhan kerja tenaga kerja, alat bantu dan fasilitas kerja selama masih dalam batas-batas standar baku yang diselaraskan dengan rencana manajemen. (5) Menilai/mengevaluasi kerja staff departemen PDQC.
     Supervisor Pengawasan Mutu Proses (Quality Control Process Spv)
     Supervisor pengawasan mutu proses memiliki standar kinerja yaitu membantu BPDQC dalam hal sistem pengendalian mutu proses produksi. Memantau & mengendalikan kualitas proses produksi dan produk jadi, sesuai standar mutu yang ditetapkan. Memantau pekerjaan QC Process Spv & bagian administrasi. Melakuaka perbaikan mutu dan cost peralatan untuk kebutuhan analisis.
     Supervisor Pengawasan Mutu Bahan Baku/Produk Jadi (Quality control Raw Material / Finished Good Spv)
     Supervisor pengawasan mutu bahan baku / produk jadi memiliki standar kinerja yaitu membantu BPDQC dalam hal pengendalian mutu RM & FG serta pengembangan proses produksi. Melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses Incoming Quality Control (IQC), Outgoing Quality Control (OQC) yang meliputi koordinasi QC Field RM & FG serta pelaksanaan penerbitan hasil analisa IQC dan OQC sehingga aktivitas kerja bisa berjalan lancar. Melakukan koordinasi tugas IQ RM & FG, OQC RM & FG serta mengembangkan proses. Menjaga kelancaran tugas penerimaan RM/FG dan OQC RM/FG. Mengawasi pelaksaan GMP HACCP dan SOP pada pergudangan. Mewakili BPDQC jika tidak ada. Memantau, mengevaluasi standar mutu yang telah ditetapkan.
     Manajer Keuangan (Finance and Accounting Manager)
     Manajer keuangan memiliki standar kinerja yaitu bertugas dan bertanggung jawab merencanakan, menyiapkan budget dan planning (AOP) untuk menentukan tujuan yang harus dicapai. Memonitor kegiatan operasional dalam hal aspek financial supaya sejalan dengan AOP. Menandatangani bank instrument (Cek, transfer bank) sesuai dengan batasan yang ditetapkan perusahaan. Verifikasi setiaap pengeluaran biaya ataupun pembelian aset dan penggunaan dana lainnya sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan. Menetapkan pelasanaan sistem dan prosedur yang berkaitan dengan keuangan.
     Manajer Personalia (Branch Personnerl Manager)
     Manajer personalia memiliki standar kinerja merencanakan, mengkordinir, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan kepersonaliaan yang meliputi hubungan industrial, administrasi kepegawaian, keamanan, kehumasan, dan pelayanan umum untuk mendukung proses pencapain tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu manajer personalia memiliki tugas dan tanggung jawab menciptakan hubungan industrial yang harmonis untuk mencapai ketenangan industrial (ketenangan kerja dan ketenangan usaha) dilingkungan perusahaan. Menyelenggarakan syarat-syarat dan kondisi kerja dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban karyawan dan administrasi kepegawaian secara tepat sebagai syarat untuk meningktkan produktifitas kerja yang optimal. Memberikan dukungan dan pelayanan kepada seluruh pihak agar dapat mencapai standar kerja secara optimal. Membuat analisa pengembangan organisasi secara berkala dan secara aktif ikut mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan mutu/Total Quality Management (TQM). Turut serta melaksanakan program HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).
     Manajer Pemasaran (Areaa Sales and Promotion Manager)
     Manajer pemasaran memiliki standar kinerja yang harus dicapai yaitu menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam mengkoordinir distribusi produk ke daerah pemasaran, melakukan tugas penjualan dan permintaan produk, menyiapkan rencana penjualan dan permintaan produk, merencanakan dan membuat rancangan promosi, serta membuat rencana penjualan dan permintaan produk.
     Purcashing Office
    Purchasing memiliki standar kinerja yang harus dicapai yaitu menjalankan tugas dan wewenang dalam menetapkan dan memelihara prosedur pembelian untuk mengendalikan aktifitas pembelian, mengesahkan dokumen pembelian sebelum dokumen dikirim ke pemasok dan memilih serta mengevaluasi pemasok yang telah ditetapkan.
            UKURAN KINERJA
     Perusahaan Publik (PT KAI)
     Pada penilaian ukuran kinerja PT KAI sudah memenuhi standar, disini tolak ukur yang diambil pada PT KAI yaitu Integritas, Profesional, Keselamatan, Inovsi, Pelayanan Prima. Pada PT KAI ini dikatakan sudah memenuhi standar telah dikatakan oleh Ignasius Jonan menjadi sosok yang fenomenal. Berbagai gebrakan dilakukan pria kelahiran 1963 silam ini di tubuh PT Kareta Api Indonesia (Persero) bahwa PT Kereta Api yang selama ini dikenal memiliki layanan buruk dan tingkat disiplin karyawan yang rendah, dia sulap menjadi perusahaan yang memiliki pelayanan terbaik dan karyawan dengan integritas tinggi.
     Contoh nyata bahwa karyawan PT KAI sudah memenuhi standar profesional bisa dilihat dari tidak adanya calo yang menjual tiket kereta api, jam kerja yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan PT KAI.
     Untuk mengubah citra perusahaan, reward dan punishment diterapkan. Gaji karyawan disesuaikan berdasarkan kontribusi dan kedudukannya di perusahaan. Bahkan, untuk gaji karyawan level kepala daerah operasi dia naikkan dari sekitar Rp5 juta menjadi sembilan kali lipat. PT KAI memberikan gaji yang masuk akal, sesuai dengan kontribusi dan tanggung jawabnya. Ini untuk menghindari pungutan-pungutan yang seharusnya tidak terjadi. Untuk penjaga pintu kereta api saja penghasilannya bisa di angka Rp 4 juta.
     Namun, PT KAI juga tidak segan memberikan punishment bagi karyawan yang melakukan pelanggaran. Pilihannya dilempar atau pidana, tergantung dari tingkat kesalahan yang mereka lakukan. Sebaliknya, bagi yang berprestasi diberikan bonus.
     Selain itu bukti bahwa PT KAI telah memenuhi standar yaitu dibuktikan dengan sederet penghargaan diraih PT KAI. Untuk prestasi pada produk manajeman dan jasa, antara lain juara 1 Inovasi Pelayanan Publik BUMN Terbaik, BUMN Inovasi Terbaik (Best of the Best), juara 1 Inovasi Manajeman BUMN Terbaik.
     Perusahaan Swasta (PT Indofood)
     Pada perusahaan ini ukuran kinerja yang diberikan pada karyawan seperti pemberian rapor pada setiap akhir bulan yang berisi indikator-indikator. Indikator yang dimaksud ini yaitu target keuangan yang harus di penuhi setiap bulannya, absensi karyawan pada saat bekerja. Apabila target keuangan dan absensi itu terpenuhi maka pegawai dapat terus bekerja sampai kontraknya berakhir dan apabila target itu tidak terpenuhi atau absensi tidak sesuai ukuran yang telah ditetapak oleh PT Indofood maka karyawan tersebut dapat dikenakan punishment.
     Untuk menunjang atau memotifasi kerja karyawan kepala PT Indofood memberikan reward kepada karyawan yang bekerja melebihi ukuran standar yang telah ditetapkan, sebaliknya apabila karyawan tersebut tidak memenuhi standar ukuran yang telah ditetapkan maka karyawan tersebut akan mendapatkan punishment seperti dikeluarkan dari perusahaan.
            METODE PENILAIAN KINERJA
     Perusahaan Publik (PT KAI)
    Pada PT KAI disini dalam menganalisis kinerja karyawan menggunakan metode METODE STANDAR KERJA (WORK STANDARDS METHOD). Bahwa PT KAI dalam menilai kinerja karyawan berpacu pada standar kinerja yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan tersebut. Apabila karyawan sudah memenuhi standar ukuran yang telah ditetapkan (Profesional, Integritas, Keamanan, Inovasi, Pelayanan Prima) maka karyawan tersebut tetap dapat bekerja di perusahan tersebut.
     Perusahaan swasta (PT Indofood)
     Pada PT Indofood disini dalam menganalisis kinerja karyawan menggunakan metode METODE INSIDEN KRITIS (CRITICAL INCIDENT METHOD). Bahwa PT Indofood dalam meniai kinerja karyawan dengan menggunakan rapor pada akhir bulan. Rapor disini berisi tentang analisis kinerja karyawan atau pencapaian karyawan pada setiap bulannya. Rapor disini juga berisi target pencapaian bulanan dan absensi karyawan.













PENUTUP
            KESIMPULAN
     Berdasarkan uraian diatas, maka kelompok kami menyimpulkan beberapa hal yaitu :
·        PERUSAHAAN PUBLIK
1.      Pelayanan public adalah pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah yang berorientasi  pada masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan social dan nantinya dipertanggung jawabkan secara transparan kepada masyarakat/public.
2.      Pada perusahaan publik khususnya pada bidang PT KAI menggunakan METODE STANDAR KERJA (WORK STANDARDS METHOD).

·        PERUSAHAAN SWASTA
1.      Pelayanan swasta merupakan pelayanan yang berorientasi profit dan hanya tertuju  pada stakeholder tertentu, dan bersifat tidak terlalu transparan karena mereka tidak  bertanggung jawab kepada masyarakat, melainkan hanya pada pelanggan pelanggan saja.
2.      Pada perusahaan swasta khususnya pada PT Indofood  menggunakan METODE INSIDEN KRITIS (CRITICAL INCIDENT METHOD).


DAFTAR PUSTAKA

·        MATERI KULIAH 2 - PENILAIAN KINERJA (Materi Kuliah dari Ibu Lolita)
·        http://kereta-api.co.id/